PS4 bakal hadir di Indonesia pada 9 Januari

Reporter : Dwi Zain Musofa | Rabu, 18 Desember 2013 17:54



Merdeka.com - PS4 sebelumnya dikabarkan akan hadir di Indonesia pada Januari 2014. Kini Sony Indonesia juga membocorkan jika PS4 bakal hadir di Indonesia tepatnya 9 Januari 2014.
Seperti tweet yang diunggah Sony Indonesia pada Rabu (18/12), yang mana dalam tweet tersebut dikabarkan jika konsol game ini akan hadir di Indonesia pada 9 Januari dengan menyambangi Singapura dan Malaysia terlebih dahulu pada 20 Desember nanti.
Dalam tweet tersebut juga disebutkan jika Sony PS4 sudah meluncur ke Hong Kong dan Taiwan hari ini.
Untuk harganya sendiri, konsol game PS4 ini akan hadir di pasaran Indonesia dengan harga Rp 7 jutaan. Dan saat ini sudah dibuka tahapan pre-order di Sony Center, Gandaria City, Jaksel, dan Sony Center, Tunjungan Plaza di Surabaya dengan harga Rp 6,9 juta saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hanya menang tipis, pelatih Sriwijaya FC salahkan masa recovery


Merdeka.com - Pendeknya masa recovery para penggawa Sriwijaya FC dituding sebagai pangkal melempemnya penampilan mereka kala menjamu Persik Kediri, Rabu (18/12). Tengara ini diungkapkan Pelatih Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya FC- Subangkit.

"Recovery kita terlalu mepet. Alhasil, anak-anak tidak bisa bermain seperti biasa. Kita akhirnya hanya bisa menang satu gol," ujar Subangkit, usai laga tersebut.

"Namun, meski kita hanya bisa menang tipis, saya tetap bersyukur," sambungnya.

Sebelumnya, dalam laga Grup B Piala Gubernur, Sriwijaya FC hanya mampu menang 1-0 dari Persik Kediri. Gol semata wayang Rizky Dwi Ramadhana membuat Laskar Wong Kito unggul di pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut.

Selain masa recovery yang singkat, akibat adanya perubahan jadwal, Subangkit juga menyebut absennya Ahmad Sumardi -yang terkena kartu merah di laga sebelumnya- sebagai faktor timnya tampil kurang greget.

"Padahal, saya mengandalkan dua bek sayap untuk memulai serangan. Satu bek sayap lainnya, Erol Iba, juga tak tampil sesuai harapan saya," tandasnya.(den/dzi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dahlan bela Dirut Pelindo dari aksi berontak karyawan

Rabu, 18 Desember 2013 19:02


Merdeka.com - Pengunduran diri yang dilakukan lebih dari 21 orang pejabat PT Pelindo II dianggap hal yang normal. Meskipun aksi berontak ini dipicu permintaan Dirut Pelindo II RJ Lino agarDirektur Umum dan SDM yang merangkap sebagai Direktur Keuangan Cipto Pramono mengundurkan diri, hal itu tidak jadi pertimbangan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membela anak buahnya itu. Menurut Dahlan, pengunduran diri massal itu termasuk hal yang normal. Setiap perusahaan tidak berhak menolak jika ada karyawan yang mengajukan pengunduran diri.
"Mengundurkan diri itu normal, sama saja semua perusahaan. Hal itu tidak bisa ditolak dan tidak boleh dilawan," ujarnya saat di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (18/12).
Dahlan menyebut, pengunduran diri sejumlah pejabat di PT Pelindo II tidak akan mengubah operasional pelabuhan sebagai lini bisnis Pelindo II.
"Emangnya ini akan menghilangkan pelabuhan, pelabuhan kan tetap ada, pengunduran diri tidak bisa dilawan, saya menganggap hal yang normal," ungkap dia.
Mengenai ancaman para pegawai yang akan melakukan aksi mogok pada 23-24 Desember, Dahlan melihat aksi mogok sebagai hak karyawan. "Soal demo, mogok, mengundurkan diri itu hak, kewajiban yang tidak bisa ditolak," tegasnya.
Seperti diketahui, permintaan agar Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Pelindo II Cipto Purnomo mundur dari jabatannya memicu aksi pengunduran diri 21 orang pejabat Pelindo setingkat direktur dan manajer. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR RI, Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino mengungkapkan dirinya telah memberikan dua opsi kepada Direktur Keuangannya itu beberapa hari sebelum surat pengunduran diri Cipto diterimanya.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR RI, Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino mengungkapkan dirinya telah memberikan dua opsi kepada Direktur Keuangannya itu beberapa hari sebelum surat pengunduran diri Cipto diterimanya.
Situasi di internal PT Pelindo II semakin panas. Bukan melunak, Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino juga menantang karyawannya yang tidak bisa bekerja sama dengan dia. Lino menyatakan tidak takut terhadap ancaman beberapa karyawan yang akan mogok kerja sebagai bentuk protes.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Agar tidak terjadi monopoli, Komisi I DPR awasi merger XL-Axis


Merdeka.com - Ternyata, upaya merger dua operator besar di Indonesia yaitu XL Axiata dan PT Axis Telekom memantik perhatian banyak pihak sampai dengan Komisi I DPR.

Dalam hal ini, pihak Komisi I DPR akan mengawasi proses merger dua perusahaan tersebut agar tidak timbul monopoli sehingga proses merger tersebut harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Anggota Komisi I DPR RI Chandra Tirta Wijaya mengatakan XL merupakan pemain telekomunikasi yang perlu diawasi dan dibatasi terkait aksi korporasi berupa merger tersebut supaya tidak timbul monopoli.

"Seharusnya frekuensi dikembalikan ke negara untuk dilakukan lelang frekuensi tersebut. Kalau ada perusahaan yang tidak mampu, terlebih dahulu dikembalikan ke negara, baru setelah itu dilakukan kontes atau lelang," kata Chandra, seperti dikutip dari Antara (17/12).

Chandra mengungkapkan salah satu persoalan penting yang mengganjal proses merger XL-Axis itu adalah persoalan frekuensi. Oleh karena itu, dirinya juga mempertanyakan transparansi pengambilan keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang tiba-tiba menyetujui merger itu meskipun Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bertolak belakang sikapnya dengan Kemenkominfo.

Menurut Chandra, seharusnya frekuensi itu tidak bisa langsung berpindah melalui merger tetapi harus dikembalikan dulu ke negara. "Baru setelah itu dilakukan lelang atau tender," ujarnya.

Mantan Ketua Majelis KPPU, Bambang Purnomo Adiwiyoto, mengatakan, ada persoalan yang masih mengganjal dalam aksi korporasi tersebut, di antaranya prosedur hukum khusus akuisisi perusahaan telekomunikasi masih belum ada, lantaran di dalamnya adanya pengalihan spektrum frekuensi.

Berdasarkan PP No 53 Pasal 25 ayat 1, izin frekuensi tak bisa dipindahtangankan. Namun dalam PP No 53 Pasal 25 ayat 2 disebutkan pemindahtanganan frekuensi dibolehkan atas izin menteri. Oleh karena itu, seharusnya frekuensi Axis terlebih dahulu dikembalikan ke pemerintah sebagai pemilik frekuensi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ADVAN andalkan phablet hadapi persaingan 2014



Merdeka.com - ADVAN optimistis pada 2014 bisa bersaing dengan dengan brand lainnya melalui produk andalannya di segmen phablet.

Menurut Chief Marketing Officer ADVAN Candra Lijanto, pihaknya akan merilis beragam produk andalan pada 2014 terutama untuk produk smartphone.

Dalam hal ini, tambahnya, ADVAN akan lebih berkonsentrasi memproduksi phablet, smartphone berukuran 5-6 inchi.

"Pasarnya sangat bagus dan diprediksi akan ada sekitar 5 juta unit table PC/Phablet di pasar Indonesia dan kami menargetkan 30 persen untuk market share," ungkap Candra.

Lebih lanjut dia mengatakan sejauh ini brand ADVAN sudah mendapatkan kepercayaan dari konsumen dan mengenal produk ADVAN sebagai produk berkualitas dan berdaya saing.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei terbatas yang dilakukan oleh Tim Community Chat kepada 100 orang mahasiswa yang mana dari hasil survei tersebut menyatakan dari sisi brand awareness, ADVAN dikenal oleh mayoritas mahasiwa. 

Mayoritas mahasiswa mengenal brand ADVAN dari TVC, kemudian dari iklan print, online serta pemberitaan. 

Responden pun menyatakan sangat percaya bahwa ADVAN adalah brand yang memiliki komitmen terhadap kualitas produk yang mana 70 persen menyatakan sangat percaya dan 30 persen menyatakan percaya. 

Persepsi ini menjadi modal positif bahwa ADVAN dipercaya oleh konsumen mahasiswa karena kualitas produk. 

Menurut Candra, kepercayaan mereka terhadap brand ADVAN disebabkan berbagai hal, yaitu karena menjadi pengguna 30 persen responden, pengaruh iklan TVC/Iklan 45 persen, dan dari pemberitaan 25 persen.

Artinya, tambahnya, ada pasar potensial untuk mahasiwa yang perlu digarap secara intens dan serius.

Menyorot kebiasaan dan prilaku mahasiwa ketika menggunakan tablet dalam keseharian, mereka menggunakan tablet untuk bermain game. 

"Dengan begitu kinerja tablet sebagai game player harus menjadi konsen pihak ADVAN. Baik itu mengenai peningkatan prosesor, memori, atau game eksklusif yang harus dimiliki oleh ADVAN," tuturnya.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa fanatisme brand mulai mengecil seiring dengan banyaknya brand di pasar. Pertimbangan utama mahasiswa ketika akan membeli sebuah tablet/ smartphone adalah 50 persen memilih spesifikasi sebagai pertimbangan utama. 

Mahasiswa sangat kritis terhadap fungsionalitas dan kinerja sebuah tablet. Pilihan mereka berdasarkan pertimbangan yang rasional dan fungsional," tuturnya.

Sementara itu, pengamat telekomunikasi Teguh Prasetya mengatakan ADVAN sudah berhasil menjadi sebuah brand yang memposisikan sebagai brand yang cerdas melihat potensi pasar.

"ADVAN sudah on the track memusatkan strategi bisnisnya dengan menggarap pasar tablet/phablet," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS